SUDOKU PUZZLE

Ketika membuka-buka majalah, pada halaman terakhir saya menemukan permainan yang berdampingan dengan TTS. Permainan ini berbentuk kotak, yang berupa susunan kotak 9×9. Kotak tersebut terbagi atas 9 kotak parsial (3×3). Beberapa kotak telah diisi dengan angka-angka.

Karena penasaran, saya membaca peraturannya, dan setelah itu mencoba menyelesaikan permainannya.

Kotak-kotak yang kosong itu harus diisi dengan angka 1-9, tetapi syaratnya, tidak boleh ada angka yang berulang.

Setelah berhasil mengisi beberapa kotak dengan penuh pertimbangan, saya kebingungan bagaiman mengisi kotak-kotak yang lain. Kemudin saya teringat perkataan dosen saya, “kalo orang matematika, labnya itu adalah kertas. Kita tidak akan bisa menyelesaikan soal, dengan hanya bengong saja menatap soal itu!” Kemudian saya mengambil kertas dan mencorat-coret kertas itu dengan penuh nafsu.

Lima belas menit kemudian, hampir semua kotak terisi, tinggal 2 kotak kecil saja yang belum. Dan 30 detik berikutnya… Ayeee,!!! Semua kotak sudah terisi, tanpa ada pengulangan angka.

Saya sangat senang telah berhasil menyelesaikannya, dan ketagihan ingin mencoba soal-soal yang lebih sulit lagi. Kemudian, saya mencari-cari di internet, Ternyata permainan itu bernama Sudoku juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Berikut ini saya akan memberikan sejarah dan bagaimana teknik dasar menyelesaikan sudoku.

SEJARAH SUDOKU

Sudoku adalah sebuah puzzle yang didasarkan pada konsep Latin Square. Latin Square sendiri diperkenalkan pada tahun 1783 oleh Leonhard Euler, seorang matematikawan asal Swiss.

Permainan ini pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895. Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns seorang mantan arsitek yang meninggal tahun 1989. Kemudian Nikoli membawa permainan ini ke Jepang dan menerbitkannya di sebuah media cetak khusus puzzle miliknya “Monthly Nikolist“. Mereka menamakannya “Suuji Wa Dokushin Ni Kagiru“, disingkat Sudoku (artinya “angka-angkanya harus tetap tunggal”) dan mematenkan kata ini. Media lain pun kemudian menerbitkan permainan ini dengan nama aslinya, Number Place. Mulai saat itulah permainan ini mewabah di Jepang. Lebih dari 600.000 majalah tentang Sudoku terjual di Jepang setiap bulannya. Lucunya, mereka lebih senang menyebutnya Number Place, sementara orang di luar Jepang menamakannya Sudoku.

Sudoku menjadi benar-benar mewabah di Inggris ketika The Daily Telegraph mengenalkannya pada pembacanya pada bulan Februari 2005. Media lain pun kemudian mengikuti dengan menyediakan permainan ini di edisinya masing-masing. Pertengahan Mei 2005 adalah awal demam Sudoku. Segala hal tentang Sudoku menjadi ladang uang, pemuatan di koran harian, penerbitan buku, penerbitan majalah, pertunjukkan televisi, siaran radio, pelayanan langganan lewat email, dan penyediaan layanan di telepon genggam. Khusus untuk buku, News & Star mencatat bahwa 6 dari 10 buku nonfiksi yang paling laris saat ini adalah buku tentang Sudoku. Dari Inggris, Sudoku kemudian menyebar di daratan Eropa, dari Prancis sampai Slowakia, lalu menular pula ke Australia dan Amerika.

TENTANG SUDOKU

Sudoku terdiri dari 3×3 kotak, masing-masing terbagi lagi menjadi sembilan kotak lebih kecil. Sehingga sebuah soal sudoku memiliki bagian-bagian yang perlu diberi nama.
Untuk memudahkan, terutama untuk menghindari kerancuan penyebutan antara kotak besar dan kotak kecil, digunakan istilah-istilah di bawah ini :

SEL : Kotak terkecil yang seharusnya berisi angka.

BOKS : Kotak lebih besar yang mengandung sembilan sel, 3×3 sel.

DERET : lajur-lajur horisontal
KOLOM : lajur-lajur vertikal.

BLOK : kumpulan tiga boks, vertikal maupun horisontal.
Jadi sebuah soal Sudoku terdiri dari 81 sel, atau 9 boks, atau 9 deret, atau 9 kolom, atau 3 blok.

Teknik Dasar Penyelesaian

Waktu pertama kali mencoba menyelesaikan sudoku, saya yang tidak punya pengetahuan apa-apa tentang sudoku, menyelesaikannya dengan teori peluang. Saya mengisi kotak-kotak yang kosong dengan angka-angka yang mungkin, dan dengan logika dan pertimbangan memilih 1 dari kemungkinan angka-angka yang ada.

Ternyata memang ada metode penyelesaian sudoku dengan cara seperti yang saya lakukan, bernama Brute Force, yaitu mengenumerasikan semua kemungkinan isi sel.

Brikut ini, saya akan memberikan teknik dasar penyelesaian sudoku yang saya ambil dari http://sudokuindonesia.blogspot.com/2006/04/tehnik-dasar.html

Prinsip dasar penyelesaian Sudoku sangat sederhana : melengkapi setiap boks dan lajur agar terisi angka 1 sampai 9. Karena masing-masing terdiri dari 9 sel, maka tidak mungkin ada angka ganda dalam setiap boks atau lajur. Setiap soal Sudoku mempunyai satu solusi.
Tidak perlu kepandaian menghitung untuk menyelesaikannya, hanya kemampuan membedakan sembilan macam simbol, agaknya [?]. Cobalah ajari adik, anak, atau cucu yang sedang belajar mengenali angka. Dengan soal yang lebih sederhana tentunya. Akan ada kejutan-kejutan menarik.

Contoh soal di atas disalin dari Die Welt Kompakt, Jerman, edisi 28 Maret 2006. Sebuah Sudoku yang agak beda. Angka-angka yang tercantum disusun secara simetris.
Mari kita coba untuk mengisinya.
Memulainya bisa dari mana saja, tergantung struktur soal. Untuk sudoku yang ini, sekilas bisa kita pastikan : mulai dari tengah.
Hanya ada satu sel kosong di sana, berarti hanya satu angka yang kurang. Semua angka dari1 sampai 9 sudah ada dalam boks ini, kecuali angka 8. Jelas sel ini harus diisi angka 8.

Langkah berikut, kita amati lajur-lajurnya. Kita pilih salah satu yang memiliki sel-kosong paling sedikit misalnya : deret ke-6 dari atas.
Di sana ada empat sel kosong. Kemungkinannya bisa diisi angka-angka 2, 3, 8 atau 9.
Untuk menentukan posisi masing-masing, kita terapkan proses pemindaian dan eliminasi.
Angka 2, misalnya, tidak bisa berada di sel pertama deret itu, karena merupakan bagian dari kolom pertama yang sudah mengandung angka 2. Coba simak gambar di atas.
Dengan memindai setiap kolom yang terkait dengan sel kosong lainnya, kita bisa pastikan posisi angka 2 ada di sel kesembilan.

Satu per satu, posisi angka 3, 8 dan 9 bisa ditentukan dengan teknik serupa.


Selanjutnya, sebagai contoh kasus yang agak beda, kita konsentrasi ke boks kiri bawah. Ada lima sel kosong. Menggunakan teknik serupa, dapat diketahui angka 6 hanya bisa di kolom ke dua (sebab satu deret dan dua kolomnya sudah “terpakai”).
Angka 9 pasti di kolom ketiga, selnya ditentukan dengan melihat deret-deretnya.
Akibatnya angka 3 hanya bisa di bawah posisi angka 9 (bisakah Anda lihat sebabnya?).
Tentu bisa dipahami jika dikatakan bahwa penyelesaian problem Sudoku bersandar pada logika dan sebab akibat.

Kini tersisa dua sel kosong, milik angka 4 dan 7. Masing-masing punya kemungkinan yang sama. Di Sudoku kita tidak bisa main tebak, karena begitu salah tebak maka seluruh proses yang telah dijalani akan menjadi sia-sia.
Terpaksa boks ini ditinggalkan dulu. Kita perlu mengingat kedua sel kosong ini hanya bisa diisi angka 4 atau 7. Mengingat dua sel ini mungkin tak masalah. Tapi bisa dipastikan akan banyak sel lain yang harus diingat.
Karenanya, kita perlu memberi tanda. Menandai sel-sel sekecil ini butuh teknik khusus. Bisa terjadi lebih banyak coretan daripada angka yang tepat.

Ada berbagai teknik memberi tanda.
Yang paling praktis : membagi sebuah sel sudoku menjadi 3×3 titik. Setiap titik mewakili angka 1 sampai 9, dimulai dari pojok kiri atas, diakhiri di pojok kanan bawah.
Guna menghindari keruwetan, sebaiknya hanya dilakukan setelah tercantum semua angka [setelah semua proses pemindaian lajur dilakukan],

Berbekal teknik dasar ini, Anda pasti bisa menyelesaikan soal-soal Sudoku. Berbagai teknik lain, akan Anda temukan sendiri saat memraktekkannya. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan teknik yang lebih cepat. Apalagi kalau bisa melampaui kecepatan rekan kita.

Begitulah teknik dasar mmenyelesaikan sudoku puzzle. Saya sangat menyarankan kamu untuk mencoba bermain sudoku, karena permainan ini dapat mengasah otak dalam berfikir secara cepat dan teliti untuk mencari penyelesaian masalah.

Jika anda berminat, software game sudoku dapat di download di sini secara gratis.

Selamat mencoba…!!! ^^

3 Tanggapan to “SUDOKU PUZZLE”

  1. Pernah ketagihan game ini dulu sama teman2 saya, berlomba mencapai waktu penyelesaian tercepat.

  2. Synansari09 Says:

    Ow..
    Sekarang masi suka gk pak,? He.

  3. saya suka cuba yang mudah:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: