Secuil Kisah Seorang Dosen GAMATIKA…

Dunia perkuliahan tidak terlepas dari seorang dosen. Kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu dosen yang populer dikalangan GAMATIKAers, yang bernama pak Marwan, M.Si

Tentang Pak Marwan

Seorang Marwan, M.Si lahir di Seteluk KSB (Kabupaten Sumbawa Barat) 5 oktober 1971, dan sekarang tinggal di jalan kesra 8 nomer 18 Mataram.

Jika ada waktu luang, beliau suka bermain gitar, dan bermain catur. Beliau juga suka membaca buku, terutama novel, karena di dalam novel dia banyak mendapatkan pelajaran-pelajaran tentang hidup.

Bapak dosen yang satu ini, motto hidupnya berubah-ubah, tergantung keadaan. Tapi untuk saat ini motto hidupnya “BERSYUKUR DALAM KEJAYAAN, BERSABAR DALAM COBAAN”

Beliau mengaku, senang menjadi Dosen, karena beliau senang menghadapi manusia. “ada hal2 yang tidak terduga.. berbeda jika kita menghadapi mesin..”

Beliau sangat tidak suka jika diabaikan “seperti lagunya pinkan ‘kekasih yang tak dianggap’ ” katanya.

Secuil Kisah hidup sang Master Sains

Masa kecil hingga SMPnya, dihabiskan di seteluk, kemudian beliau melanjutkan SMA di Mataram tepatnya di SMA Ampenan (sekarang SMA 2 Mataram).

Setelah lulus SMA, beliau melanjutkan kuliah di UGM jurusan Matematika MIPA pada tahun 1991. Awalnya, beliau tidak memilih jurusan teknik elektro UGM melalui jalur PBUD (Bibit Unggul Daerah) tapi tidak lolos. Setelah lulus dari UGM pada tahun 1996, beliau sempat menganggur selama 2 tahun, saat itu bertepatan dengan krisis moneter.

Beliau mengaku awalnya tidak ada keinginan menjadi dosen, beliau lebih ingin bekerja di Swasta, karena gajinya banyak (katanya.. hehe.) Tapi perjalanan hiduplah yang membawa beliau menjadi seorang dosen seperti sekarang. “tapi syukur Alhamdulilah.. karna jadi dosen lebih santai.. lebih sesuai dengan kondisi saya sekarang” kata beliau. Beliau menambahkan “saya percaya, kalau kita sudah berusaha, psti dikasi yang terbaik. Tapi kadang-kadang yang terbaik itu tidak bisa kita lihat saat ini..” (setujuuu pak… :))

Awal perjalanan karir beliau menjadi dosen, dimulai saat beliau mengikuti program beasiswa karya siswa untuk Indonesia bagian timur. Program ini menerima setelah lulus S2 di UGM tahun 1998-2001. Kemudian beliau memilih menjadi dosen di UNRAM. Awalnya, beliau dititip di Teknik Sipil karena pada saat itu belum ada MIPA. Tahun 2002 atau 2003, barulah dibentuk MIPA (awalnya hanya biologi) dan beliau dipindah kesana. Tahun 2006, baru dibentuklah prody matematika, dan beliau menetap menjadi dosen disana.

Kesan dan Pesan beliau kepada mahasiswa sekarang

Kesan : “Mahasiwa sekarang cenderung malas. Tidak mau berusaha. Mau gampangnya saja. Berbeda dengan mahasiswa dulu yang idealismenya tinggi.”

Pesan : “Jangan malas! untuk mencapai sesuatu itu kita harus berkeringat. Jangan mau enaknya saja!”

Demikianlah sedikit kisah tentang seorang Dosen GAMATIKA. Semoga kisahnya dapat memberi pelajaran bagi kita semua. ^^

3 Tanggapan to “Secuil Kisah Seorang Dosen GAMATIKA…”

  1. […] ini bermula dari undangan sahabat saya, mas marwan, nah sampai di rumahnya saya diperlihatkan ponsel barunya, nokia 2690, nah ini namanya review […]

  2. […] tetap 12 bulan dan 1 jam tetap 60 menit. Kenapa tidak diseragamkan? Seperti kata sahabat saya, mas marwan, perbedaan itu membuat dunia itu hidup dan indah, contohnya jika ketinggian tanah sama semua […]

  3. […] tetap 12 bulan dan 1 jam tetap 60 menit. Kenapa tidak diseragamkan? Seperti kata sahabat saya, mas marwan, perbedaan itu membuat dunia itu hidup dan indah, contohnya jika ketinggian tanah sama semua […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: